Membangun Kesadaran Sejarah dan Semangat Kebangsaan melalui Peringatan Sumpah Pemuda

ocondong, 28/10/2026 – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, MTs NU Al Mujahidin Rawalo menyelenggarakan kegiatan edukatif yang bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat karakter, serta meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kegiatan diawali dengan apel pagi, dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menonton film bernuansa sejarah berjudul Wage Supratman. Rangkaian kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran bermakna bagi peserta didik agar tidak hanya mengenal sejarah melalui buku pelajaran, tetapi juga dapat memahami nilai-nilai perjuangan para tokoh bangsa melalui tayangan film yang menarik dan inspiratif.
Kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan MTs NU Al Mujahidin Rawalo. Apel pagi menjadi momentum untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat persatuan di kalangan warga madrasah. Usai apel pagi dan doa bersama, peserta didik mengikuti kegiatan menonton bersama film bernuansa sejarah berjudul Wage Supratman. Film ini mengajak peserta didik mengenal lebih dekat sosok Wage Rudolf Supratman, tokoh yang dikenal luas sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Melalui tayangan film tersebut, peserta didik diharapkan dapat memahami bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa tidak terwujud begitu saja. Ada perjuangan, keberanian, pengorbanan, dan semangat cinta tanah air yang diwariskan oleh para tokoh bangsa kepada generasi penerus. Film sejarah juga menjadi media pembelajaran yang menarik karena mampu menghadirkan gambaran peristiwa dan suasana perjuangan secara lebih nyata. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tidak hanya mengetahui nama tokoh sejarah, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari nilai-nilai perjuangan yang ditunjukkan.
Melalui kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, MTs NU Al Mujahidin Rawalo berharap peserta didik dapat memahami bahwa menjadi pemuda Indonesia bukan hanya tentang usia, tetapi juga tentang semangat untuk terus belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Perjuangan generasi muda masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, prestasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Semangat Wage Supratman dalam berkarya dan berkontribusi bagi bangsa diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk berani mengembangkan potensi diri, tidak mudah menyerah, dan senantiasa memiliki cita-cita yang tinggi.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang mau belajar, menjaga persaudaraan, dan terus berbuat baik. (Humas TsaNUMuja)


